Rangkuman:
Pada umumnya, orang memindahkan KPR dari satu bank ke bank lain karena ingin mendapatkan bunga yang lebih rendah dari bank asal. Dengan demikian, mereka bisa melunasi total pinjaman KPR dengan biaya yang lebih rendah dari perkiraan awal.
Prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan pun tak sulit. Jika Anda memiliki rekam jejak kredit yang bagus, kemampuan membayar yang baik, dan memenuhi persyaratan yang tidak jauh berbeda dari kredit pertama Anda, semua akan berjalan dengan lancar.
Untuk memindahkan pinjaman KPR dari bank lama ke bank yang baru, hal yang terjadi adalah:
Dalam proses tersebut, ada biaya KPR baru dan biaya penalti pada KPR yang lama.
Penalti adalah denda yang harus Anda bayarkan karena melunasi pinjaman KPR lebih cepat dari yang seharusnya. Anda bisa mengetahui besaran penalti ini dari perjanjian KPR dengan bank lama. Jika tidak tahu, Anda bisa menanyakan langsung pada pihak bank. Umumnya, besaran biaya penalti yang dikenakan oleh bank adalah antara 1% hingga 3% dari sisa hutang yang ada. Meski begitu, berapa jumlah tepatnya sangat bergantung pada bank yang bersangkutan.
Selain membayar penalti, Anda juga harus membayar biaya KPR baru di bank yang baru. Biaya KPR ini biasanya meliputi biaya appraisal, notaris, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), Surat Kuasa untuk Memberikan Hak Tanggungan (SKMHT), provisi bank, asuransi, dan biaya proses. Umumnya, kurang lebih biaya-biaya tersebut sekitar 7% dari besarnya plafon. Tapi kembali lagi, sangat bergantung pada bank yang Anda pilih.
Untuk memuluskan proses ini, pertama Anda harus tahu terlebih dahulu berapa penalti KPR dari bank yang lama, lalu memikirkan berapa plafon yang Anda butuhkan dari bank baru.
Beberapa kelebihan HSBC Home Loan antara lain programnya yang sesuai untuk berbagai pembiayaan seperti pembelian properti, alih pinjaman, bahkan ada fasilitas top up pinjaman yang tengah berjalan. Tak perlu ragu juga karena HSBC memberikan suku bunga tetap yang kompetitif dengan proses yang cepat dan mudah.