You are here:

You are not logged on.  Log on to Internet Banking Icon: Not logged on

Arsip 2007

2007-10-30

HSBC LUNCURKAN SOLUSI PEMBIAYAAN PIUTANG (RECEIVABLE) TERINTEGRASI YANG PERTAMA DI INDONESIA



Pada hari ini, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited meluncurkan layanan manajemen piutang terpadu - Integrated Receivables Solutions. Layanan ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang memberikan solusi manajemen piutang yang komprehensif dan end-to-end. Solusi ini ditujukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi nasabah korporasi dalam memproses penerimaan, termasuk penerimaan dari pelanggan ritel yang sangat kompleks.. Solusi baru ini meliputi tersedianya berbagai sarana transaksi sehingga semua transaksi yang diterima akan terintegrasi  ke Receivables Management System yang canggih. Melalui sistem tersebut proses rekonsiliasi piutang dapat dilakukan secara otomatis serta melengkapi keseluruhan proses penerimaan dengan adanya konfirmasi status penerimaan yang dikirimkan melalui SMS, email ataupun fax kepada nasabah.  Sistem ini juga dapat diintegrasikan ke sistem akuntansi yang dimiliki oleh nasabah.

Di sela-sela peluncuran, Sunil Veetil, Head Payments and Cash Management Indonesia mengatakan, “Indonesia telah berkembang sangat cepat dan kompetisi semakin meningkat, karena itu perusahaan perlu mengupayakan agar biaya-biaya tetap rendah dan selalu siap untuk menjawab resiko-resiko dalam mengatur kondisi cash flow mereka. Mereka membutuhkan solusi efisien yang akan  meningkatkan  kemampuan mereka dalam melakukan penagihan piutang serta bagaimana penyetoran penerimaan tersebut dapat dilakukan secara cepat dan akurat, tanpa membutuhan biaya-biaya tambahan yang besar.”


Sunil menambahkan bahwa hal ini merupakan sebuah tantangan besar bagi nasabah yang memiliki pelanggan ritel, yang memiliki karakteristik penerimaan berkuantitas tinggi dengan nilai yang relatif rendah, serta para pelanggan yang tersebar luas hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga membutuhkan informasi transaksi penerimaan yang akurat.

Integrated Receivables Solutions menawarkan fleksibilitas dan kemudahan bagi para pelanggan untuk melakukan pembayaran melalui berbagai sarana transaksi. Layanan ini mengotomasi  keseluruhan proses penerimaan, termasuk identifikasi  pelanggan, proses rekonsiliasi piutang, proses pelaporan serta pengiriman informasi status transaksi kepada pelanggan. Semua ini dilakukan secara otomatis dan  real time sehingga secara drastis mengurangi biaya-biaya  yang timbul dari proses penerimaan. Dengan adanya proses otomasi ini, nasabah korporasi dapat lebih mengkonsentrasikan diri pada pekerjaan yang bernilai tambah, seperti manajemen resiko, analisa perilaku nasabah, dsb.

                                                                       
Integrated Recievables Solutions juga merupakan sebuah terobosan besar dalam kaitannya dengan luasnya jangkauan layanan,  yang mampu mencakup daerah-daerah terpencil yang biasanya masih bergantung pada keberadaan pihak ketiga untuk melakukan proses penagihan sehingga beresiko tinggi.

Stephan Levieux, Head of Product Management for Asia Pacific mengatakan,”Solusi ini sesuai dengan slogan HSBC sebagai ‘Bank Dunia Bertradisi Anda’. Kami memiliki solusi manajemen piutang terpadu di kawasan Asia Pasifik, namun layanan solusi yang kami luncurkan hari ini secara spesifik diciptakan untuk pasar bisnis di Indonesia. Solusi ini tidak hanya memperhatikan kondisi pasar lokal, namun juga memanfaatkan infrastruktur yang tersedia di negara ini, yang menurut saya telah dikembangkan dengan sangat baik. Saya bangga dapat mengatakan bahwa mungkin layanan ini merupakan sebuah solusi manajemen piutang terlengkap dan tercanggih di seluruh kawasan Asia Pasifik.”

HSBC mendapatkan penghargaan sebagai Best Cash Management Bank untuk segmentasi UKM oleh Asiamoney poll 2007. HSBC juga dinilai sebagai No 1 in Cash Management Leadership reputation, No 1 in International Cash Management, No 1 in Relationship Quality & No 1 in Customer Service Quality index pada 2007 Greenwich survey.                        





Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-09-03

HSBC LUNCURKAN THE WORLD'S LOCAL BANK ACCOUNT



HSBC telah menghadirkan layanan perbankan perorangan dunia yang pertama bagi 200 juta nasabah menengah keatas 1 dengan tingkat mobilitas mereka yang tinggi di seluruh dunia.


Diluncurkan secara bersamaan di 35 negara dan kawasan 2, menjadikan HSBC Premier sebagai layanan perbankan dunia dan wealth management yang paling komprehensif yang pernah ada. Premier menawarkan layanan perbankan tanpa batas wilayah sehingga aktivitas perbankan dapat dilakukan antar wilayah. Untuk pertama kalinya para nasabah dapat membawa rekening mereka, credit history serta melakukan konsultasi perbankan di manapun mereka tinggal dan bekerja.


Para nasabah Premier dapat mengakses 250 Premier Centre internasional, yang tersebar di kota-kota besar di seluruh dunia dan melalui lebih dari 6.000 kantor cabang Premier yang ada. Setiap lokasi ini memiliki akses penuh terhadap seluruh informasi yang diperlukan untuk melayani serta memberikan konsultasi perbankan bagi para nasabah.


Rakesh Bhatia, CEO HSBC Indonesia mengatakan: “ Saat ini di dunia terdapat sekitar 200 juta nasabah menengah keatas dan jumlah ini terus mengalami pertumbuhan yang pesat, bahkan mencapai 20% per tahun. Para nasabah di kelas ini memiliki mobilitas yang sangat tinggi, berpikiran maju serta memiliki pengetahuan perbankan yang mendalam. HSBC melalui operasinya di 83 negara merupakan satu-satunya bank di dunia yang dapat menyediakan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan perbankan mereka. Hal ini tentu saja merupakan sebuah inisiatif terobosan dan dedikasi penuh yang diberikan HSBC terhadap para nasabahnya di seluruh dunia. Saya sangat bangga dapat memberikan pelayanan yang terbaik ini bagi seluruh nasabah Premier kami di Indonesia.”


Untuk mendukung layanan nasabah Premier ini, HSBC secara khusus mengadakan proses pelatihan kembali dan akreditasi terhadap lebih dari 4.000 HSBC Premier Relationship Manager di seluruh dunia, ditambah dengan 2.500 karyawan agar siap untuk memberikan pelayanan mereka yang terbaik. Program pelatihan kembali ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan.

Saat ini telah ada lebih dari 2 juta nasabah yang tergabung dalam nasabah Premier HSBC, namun demikian, melihat jumlah 200 juta nasabah menengah keatas yang masih ada serta pertumbuhan mereka yang mencapai angka lebih dari 20% per tahun, maka kesempatan untuk mengisi pasar di sektor ini masih terbuka lebar.


Global Premier yang baru ini menawarkan layanan perbankan yang lebih baik, seperti:

· Pengaturan rekening di manapun di seluruh dunia melalui satu website (Global Account View)
· Mulai November, proses transfer antar rekening yang bebas biaya, dari manapun mereka berada
· Akes ke layanan perbankan dan fasilitas lounge di 35 negara dan kawasan di dunia.
· Kemudahan untuk melakukan pembukaan rekening di luar negeri terlebih dahulu yang dilakukan dari negara asal serta pemindahan credit history.
· Status yang disamakan di seluruh jaringan Premier tanpa memerlukan persyaratan lokal.
· Kosultasi investasi profesional dalam hal pasar dan ekonomi global
· Penawaran eksklusif dari lebih dari 6.000 merchant di 40 negara di dunia.
· Pagu kredit sebesar 60% dari rasio loan to value untuk pembelian properti di negara di mana nasabah memiliki rekening Premier (tergantung peraturan setempat yang berlaku)
· Satu nomor bantuan yang terintegrasi 1-908-PREMIER



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-08-29

HSBC BUKA KANTOR CABANG BARU DI MANYAR –SURABAYA


Pada hari ini HSBC membuka kantor cabangnya yang baru di kawasan Manyar yang merupakan pengembangan kantor cabang HSBC yang ke-3 di Surabaya – menjadikan HSBC sebagai jaringan bank asing yang terbesar di Surabaya. Acara pembukaan yang bertemakan Oriental Jawa, dihadiri oleh Rakesh Bhatia, Chief Executive Officer HSBC Indonesia; Rusli Sutanto, Senior Vice President Personal Banking; Hartini Saputra, Senior Vice President Region 2; Yuyun Soewono, Branch Manager Manyar.

Rakesh Bhatia, Chief Executive Officer HSBC Indonesia mengatakan, ”Hari ini kami merasa gembira atas diperluasnya jaringan kantor cabang kami di Surabaya. Hal ini merupakan bagian komitmen jangka panjang kami untuk  memperluas jaringan di Indonesia. Surabaya memainkan peran yang sangat penting bagi perkembangan pasar korporasi maupun perseorangan HSBC di Indonesia dan untuk itulah kami akan memberikan berbagai produk yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan nasabah kami akan layanan perbankan berkelas dunia.

Kantor Cabang HSBC di Manyar terletak di lokasi yang sangat strategis yaitu di Manyar Kertoarjo No.31A-G, Surabaya yang mana berdekatan dengan kawasan perkantoran dan pemukiman, yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan bisnis yang utama di Surabaya. Kantor cabang HSBC di Manyar buka  setiap harinya dari Senin – Sabtu, memberikan berbagai layanan, seperti: Personal Banking, HSBC GLobal Premier Center, 24 jam Banking Center, dan pelayanan kartu kredit.

Sebagai bagian dari apresiasi HSBC terhadap para nasabahnya, berikut adalah berbagai keuntungan yang ditawarkan HSBC melalui kantor cabangnya di Manyar:

- Teller Service, termasuk penyetoran dan penarikan dana
- Pelayanan Clearing termasuk pencairan cek dan collection
- Pembukaan rekening untuk perorangan
- Global Premier Centre
- Pelayanan ATM
- Transfers jarak jauh dan pembayaran Giro antar bank
- Penukaran mata uang asing
- Produk-produk lainnya, seperti asuransi dan investasi



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-08-28

HSBC MENGADAKAN “Invitational Golf Challenge 2007” DI SURABAYA


Commercial Banking - HSBC Indonesia cabang Surabaya mengadakan "Invitational Golf Challenge 2007” sebagai sarana memperkuat hubungan antara HSBC dengan para nasabahnya, khususnya para nasabah Comercial Banking. Acara ini diadakan di Bukit Darmo Golf, Surabaya pada tanggal 28 Agustus 2007.

Pertandingan Golf ini dihadiri oleh jajaran direksi HSBC Indonesia dari Jakarta, diantaranya adalah CEO HSBC Indonesia yang baru saja menjabat, Rakesh Bhatia. Juga  turut hadir, Mervyn Fong, Deputi CEO HSBC Indonesia dan Khuresh Faizullabhoy, Head of Commercial Banking HSBC Indonesia.


Rakesh Bhatia, CEO HSBC Indonesia mengatakan, “HSBC selalu memandang hubungan yang kuat dengan para nasabahnya sebagai hal yang sangat mendasar. Hari ini merupakan salah satu bukti bagaimana kami memperkuat hubungan itu, bahkan kami senantiasaberupaya untuk lebih memperkuatnya. Pertandingan Golf tahunan ini, memberikan saya kesempatan untuk bertemu langsung dengan para nasabah untuk dapat lebih mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka serta berkesempatan mendapatkan masukan berharga untuk kemudian memberikan pelayanan dan produk yang terbaik bagi mereka.”

Pertandingan dimulai dengan menggunakan format pertandingan Shot Gun, dimana kurang lebih 45 pe-golf turut mengambil bagian untuk memperebutkan 1 unit mobil Volvo S-60 sebagai hadiah hole-in-one. Acara ditutup dengan jamuan makan malam bersama dan hiburan, yang dihadiri oleh lebih dari 80 termasuk  jajaran Direksi HSBC.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-08-20

HSBC AMANAH SYARIAH MEMBUKA KANTOR CABANG PERTAMA
- Kantor Cabang Syariah Pertama yang dioperasikan oleh bank internasional -

HSBC Amanah Syariah membuka kantor cabang Syariah pertamanya di Indonesia, yang juga merupakan kantor cabang syariah pertama yang dioperasikan oleh bank internasional. Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Rakesh Bhatia, CEO HSBC Indonesia dan disaksikan oleh Mahmoud Abushamma, Head of HSBC Amanah Syariah serta Ravi Sreedharan, Head of HSBC Personal Financial Services. Hadir juga lebih dari 100 nasabah dan para calon nasabah dari HSBC Amanah Syariah.
 

Rakesh Bhatia, CEO HSBC Indonesia mengatakan: “Hari ini, sekali lagi kami menunjukkan keseriusan serta komitmen kami dalam menjalankan bisnis perbankan syariah. Saya sangat bangga melihat kinerja serta kemajuan HSBC Amanah Syariah yang sejalan dengan perkembangan industri syariah di Indonesia. Bagi HSBC, kami percaya bahwa perbankan berbasis syariah merupakan alternatif solusi finansial bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan aktivitas perbankan-nya. Hal ini terlihat dari riset yang menyatakan bahwa sekitar 40% nasabah non-syariah pun tertarik dengan layanan bank syariah.”

Rakesh Bhatia menambahkan bahwa HSBC telah memasuki bisnis keuangan Syariah pada tahun 1994, dimana HSBC merupakan bank asing pertama yang mendirikan unit keuangan Islamic di Malaysia. Tahun 1998, HSBC mendirikan HSBC Amanah yang merupakan layanan perbankan global berbasis Islam di dalam divisi grup HSBC. HSBC Amanah memiliki kantor pusat di Inggris dengan kantor perwakilannya di Indonesia, Indonesia, Amerika, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Bangladesh dan Brunei. Dengan dukungan jaringan internasional dari HSBC grup, HSBC Amanah Syariah secara unik memposisikan dirinya untuk memberikan solusi berstandar interansional yang sesuai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.


Mahmoud Abushamma, Head of HSBC Amanah Syariah mengatakan: “Perkembangan bisnis Syariah ke arah ritel didasarkan pada kebutuhan yang nyata di masyarakat. Kami menyadari bahwa nasabah membutuhkan beragam pilihan produk dan flexibilitas untuk kegiatan perbankan mereka. Hal inilah yang mendorong HSBC Amanah Syariah untuk menawarkan beragam produk dan layanan syariah untuk pasar yang spesifik. Mengikuti pertumbuhan Amanah yang positif, kami terus mengembangkan layanan dan produk kami di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pembukaan cabang pertama ini mencerminkan komitmen kami dalam mengembangkan bisnis perbankan syariah di Indonesia. Lebih jauh lagi, melalui mekanisme  office channeling, produk perbankan HSBC Amanah Syariah juga dapat ditemukan di seluruh cabang HSBC di Indonesia.”

Dengan merek yang mendunia,” HSBC Amanah” merupakan bank asing pertama yang mulai menyediakan layanan berbasis Syariah sejak tahun 2003, yang secara lokal dikenal dengan HSBC Amanah Syariah. Dikenal sebagai pemrakarsa perbankan berbasis Islam di Indonesia, HSBC Amanah Syariah awalnya memfokuskan diri untuk malayani kebutuhan di sektor korporasi. HSBC Amanah Syariah telah sukses melakukan dua sindikasi Murabaha untuk  PT  Pertamina (Persero) dengan nilai total of US$322 juta (2004) dan US$200 juta (2006). Kedua sindikasi ini telah berhasil memperkenalkan Indonesia kepada para investor Timur Tengah. Sindikasi Murabaha senilai US$200 juta untuk PT Pertamina (Persero) telah mendapatkan penghargaan dari lembaga publikasi Islam terkemuka Islamic Finance News, dalam Islamic Finance Award 2006 sebagai Indonesian Deal of the Year dan juga Trade Finance Deal of the Year for 2006. Baru-baru ini, di tahun 2007, HSBC Amanah kembali sukses dalam melakukan sindikasi Murabaha internasional-nya yang ketiga untuk PT Krakatau Steel (Persero) dengan total nilai US$50 juta.

Untuk mempertahankan prakarsanya dibidang perbankan syariah Internasional di Indonesia, pada bulan Maret 2007, HSBC Amanah Syariah memperluas layanannya kedalam bisnis perbankan retail syariah. Awalnya, HSBC Amanah Syariah menawarkan produk-produk utama dari retail banking, seperti: Amanah Savings Account, Amanah Current Account, Amanah Term Investment and reksa dana Fortis Persona Amanah.


Kedepannya, HSBC Amanah akan memperluas penawaran produk-produk investasi untuk melayani kebutuhan nasabah.

HSBC Amanah Syariah telah membentuk komite penasehat syariah beranggotakan tiga pakar syariah terkemuka yaitu K.H M.A Sahal Mahfudh (Ketua), Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin dan Ir. H. Adiwarman A. Karim, MBA. Komite ini dibentuk untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum syariah sesuai dengan standar yang telah diterapkan dalam panduan manajemen risiko internal, audit dan sistem kontrol HSBC.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-08-07

MISS UNIVERSE 2007, PUTRI INDONESIA 2007 BERSAMA 1,000 SUKARELAWAN MENANAM 15,000 POHON UNTUK MELAWAN PEMANASAN GLOBAL

Pada 7 Agustus 2007 kemarin, dibawah koordinasi dari Yayasan Tanam Pohon Indonesia, Miss Universe 2007, Putri Indonesia 2007 beserta para sukarelawan, termasuk para staff dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) dan murid-murid Sekolah Dasar menanam lebih dari 15,000 pohon di area Sentul City.

Hitesh Chhaya, Ketua Yayasan Tanam Pohon Indonesia mengatakan, “ Program ini dilakukan sejalan dengan tujuan utama dari Yayasan untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari proses Pemanasan Global. Kegiatan tanam yang disebut “Go Green” ini merupakan sebuah langkah nyata untuk menyadarkan masyarakat akan adanya tanggung jawab pribadi dari masing-masing kita untuk menanam serta memelihara pepohonan. Setiap menitnya kita kehilangan hutan seluas 1 lapangan sepakbola, dan tentu saja hal ini akan mempercepat proses Pemanasan Global. Kekeringan dan banjir hanya contoh kecil dari perubahan iklim yang sangat drastic, yang mana semakin mengingatkan kita semua akan bahaya dari Global Warming bagi seluruh masyarakat dunia. Hari ini saya sangat gembira dapat menyaksikan kita semua dapat terlibat untuk melakukan sesuatu melawan hal ini.”

Rakesh Bhatia, Chief Executive Officer HSBC Indonesia mengatakan, “HSBC sangat senang dapat mengambil bagian dalam kegiatan ini. Pemanasan Global telah menjadi perhatian utama disetiap wilayah dimana HSBC beroperasi. Untuk itu, kita juga selalu bersemangat untuk berupaya mencari serta bekerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama dalam melawan bahaya Pemanasan Global ini. Pada bulan Mei tahun ini, HSBC Group telah memberikan komitmen 5 tahun program kerjasama senilai US$100 juta dengan The Climate Group, Earthwatch Institute, Smithsonian Tropical Research Institute (STRI) dan WWF. Hal ini merupakan respon dari ancaman perubahan iklim global yang sangat mendesak. Program “Go Green” pagi ini merupakan wahana yang sangat baik bagi kami untuk merealisasikan harapan dan ambisi kami di tingkat lokal.”

Program “Go Green”  dikoordinasikan oleh Yayasan Tanam Pohon Indonesia, bekerjasama dengan HSBC Indonesia sebagai sponsor utama, dimana juga didukung oleh beberapa partner lainnya seperti Sentul City dan KNPI. Yayasan Tanam Pohon Indonesia juga telah merencanakan program serupa untuk dilakukan menyambut Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April 2008, dimana rencananya akan ditanam 1 juta pohon dalam 1 hari. Dalam program sebelumnya, Yayasan ini telah menanam 3,300 pohon di daerah Mega Mendung, Bogor.




Yayasan Tanam Pohon Indonesia dibentuk pada bulan April 2007. Yayasan ini juga memfasilitasi individu dan organisasi yang ingin memberikan kontribusi nyata. Adapun tujuan utama mereka adalah:

- Proyek penghijauan hutan / Daerah hijau (taman kota)
- Program pendidikan dan peyebaran informasi
- Pengembangan pusat pembibitan pohon



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-07-17

BALI DINING FESTIVAL, AGUSTUS 2007
- Dipersembahkan oleh HSBC, Bali Dining Festival (BDF) menampilkan restoran-restoran papan atas dengan beraneka ragam masakan berkualitas dunia.

Hongkong dan Shanghai Banking Corporation (HSBC), salah satu Bank terkemuka di dunia bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB), Bali Hotel Association (BHA), Bali Culinary Profesionals dan Garuda Indonesia, menyelenggarakan even pertama untuk kalangan kuliner dengan nama  “The Bali Dining Festival 2007”

Maurits Klavert, Kepala Bidang Pemasaran HSBC Indonesia menyatakan antusias atas terselenggaranya Bali Dining Festival 2007. Menurutnya, terselenggaranya even ini menunjukan kerjasama yang solid di antara stakeholder pariwisata (hotel, restoran, Diparda Bali), perusahaan penerbangan dan HSBC dari dunia perbankan. Semua pihak yang terlibat bahu-membahu untuk mengangkat kembali citra pariwisata Bali dengan menawarkan produk dan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Even yang akan diselenggarakan selama bulan Agustus tahun ini menampilkan restoran-restoran terbaik yang ada di Bali. Berbagai jenis masakan tradisional Bali, Jepang, Prancis hingga masakan Cina akan dipamerkan. Ada dua kreteria dasar yang harus diikuti oleh pada peserta festival yaitu kualitas istimewa dan pelayanan terbaik dengan sentuhan budaya lokal.

Selama festival pengunjung akan diajak untuk menemukan pengalaman baru dalam hal masakan. Ada empat rangkaian acara yang saling berhubungan sebagai pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan oleh pengunjung. The Passport to Delight – mengundang pengunjung untuk mencoba masakan special yang di sajikan para peserta.. The Culinary Safaris – tamu di ajak mengunjungi tiga atau empat restoran secara berurutan dan mencoba hidangan pembuka di restoran pertama, sajian utama di tempat berikut sampai pada makanan penutup. The Chefs Master Classes – mengajak pengunjung untuk belajar memasak dengan beberapa tukang masak terbaik, dan rangkaian terakhir adalah malam puncak dengan -island-wide Gala Dinners- pada tanggal 31 Agustus 2007

Lebih jauh dikatakan, bagi para pemegang Kartu Gold, Platinum serta Kartu Kredit Premier, HSBC akan mendapat diskon special di setiap restoran. “Ini merupakan salah satu bagian dari pelayanan istimewa kami sebagai nilai tambah bagi para pelanggan setia kami,” tambah Klavert. Selama festival disediakan juga special diskon di beberapa restoran untuk para penumpang Garuda. Fasilitas dan kemudahaan ini membuat festival makin istimewa dan terjangkau untuk kalangan umum.. Dengan layanan informasi dan reservasi yang menyebar di 74 hotel anggota BHA, restoran peserta BDF,  Bali Tourism Board, kenyamanan festival yang di tawarkan tidak akan sulit untuk di nikmati. Dan dengan sekitar 25 outlet yang berpartisipasi, para pengunjung tidak perlu ragu akan kehabisan tempat.




Di koordinasikan oleh panitia dari Bali Dining Festival, di bantu perwakilan dari Bali Hotel Association, Bali Tourism Board, Bali Culinary Professional dan Sphere Creative Communications, Bali Dining Festival di selenggarakan untuk membantu usaha-usaha Bali Tourism Board dan Bali Hotels Association dalam mempromosikan Bali sebagai tujuan utama pariwisata di Asia. Dengan memperkenalkan Bali sebagai pusat hidangan dengan kualitas tinggi, melengkapi aspek wisata budaya yang selama ini sudah lebih dahulu di kenal dunia.

Sumbangan sukarela dari para tamu untuk membiayai beasiswa para chef muda dari Bali melalui The Bali Culinary Professionals merupakan unsure tanggung jawab social pada event tersebut. Sebuah angket akan dilakukan di antara para tamu untuk menentukan hidangan Bali yang paling lezat.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-06-21

OPTIMISME MELIPUTI PARA PENGUSAHA KECIL ASIA
SURVEI UKM TERBESAR DI ASIA OLEH HSBC MENUNJUKKAN PARA PENGUSAHA MENGHARAPKAN PERTUMBUHAN EKONOMI


Menurut survei yang dilakukan oleh The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, para pengusaha kecil di kawasan Asia menantikan kondisi yang lebih baik di waktu yang akan datang.Survei The HSBC Asia-Pacific Small Business Confidence, yang dilakukan oleh ACNielsen pada triwulan pertama di tahun 2007, mencakup 1.800 UKM di sembilan negara dan kawasan: Hong Kong, China daratan, Taiwan, Singapura, India, Korea, Malaysia, Indonesia dan Australia.


Pertanyaan yang diajukan seputar pandangan umum para UKM mengenai kondisi perekonomian lokal mereka, apakah mereka merencanakan untuk berinvestasi dan menambah jumlah tenaga kerja, serta bagaimana mereka melihat volume perdagangan di daratan Cina, di negara Asia lainnya, bahkan di dunia secara keseluruhan. (table ringkasan dan bagan terlampir)


Khuresh Faizullabhoy, Head of Commercial Banking HSBC Indonesia mengatakan bahwa: “Survei ini dilakukan dengan melihat kondisi dimana unit-unit usaha kecil merupakan pusat dari strategi HSBC dan untuk itu kami ingin dapat mengerti kondisi dan gejala yang dapat mempengaruhi arah perkembangan bisnis mereka. Prospek ekonomi global menjadi penggerak bagi ambisi UKM dan dalam hal ini HSBC siap memberikan dukungan dan layanan bagi kebutuhan lokal maupun bisnis internasional mereka.”


Pandangan Umum Ekonomi
Para pengusaha UKM di Indonesia, India, daratan Cina serta Singapura termasuk kelompok yang cukup optimis dalam melihat perkembangan kondisi ekonomi (slide 10). 84% pengusaha UKM yang menjadi responden dari Indonesia pada umumnya memberikan pandangan yang positif terhadap perkembangan ekonomi di kawasan ini, dimana sebagian mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang stabil (29%), sedikit lebih cepat (30%) dan pertumbuhan yang pesat (25%) dibandingkan dengan angka pertumbuhan dalam triwulan pertama di tahun 2007.


Ekspektasi Perekrutan
Dalam hal perekrutan tenaga kerja, UKM di Cina daratan adalah yang paling optimis, diikuti oleh Indonesia, India dan Singapura (slide 12). Kebanyakan dari UKM dari Indonesia (47%) tidak memiliki rencana untuk mengubah jumlah karyawan mereka pada tahun ini. Bagaimanapun, 22% dari mereka ini masih berencana memperbanyak jumlah karyawan sejumlah kurang dari 10% dan 22% dari mereka  berencana untuk menambah jumlah pekerja lebih dari 10%. Sedangkan hanya 8% minoritas yang berencana mengadakan pengurangan tenaga kerja.


Pandangan Umum Perdagangan: Cina dan negara Asia lainnya
Ketika sebuah pertanyaan dilontarkan kepada para pengusaha kecil yang melakukan perdagangan antar negara (cross-border trade) mengenai ekspektasi mereka terhadap volume perdagangan di daratan Cina, Asia dan dunia, para pengusaha UKM di India, Singapura dan Indonesia adalah yang paling optimis terhadap pertumbuhan perdagangan di daratan Cina dan Asia tersebut (slide 13&14). 35% pengusaha UKM di Indonesia mengharapkan volume perdagangan antar negara ini bertumbuh dengan kecepatan pertumbuhan yang sama, 28% mengharapkan pertumbuhan yang moderat dan 35% dari mereka mengharapkan pertumbuhan yang pesat. Hanya sebagian kecil (2%) yang melihat akan adanya penurunan perdagangan di daratan Cina. Dalam hal perdagangan di kawasan lainnya di Asia, pengusaha UKM di Indonesia adalah yang paling optimis dalam melihat perdagangan antar Asia, dimana 72% mengharapkan terjadinya pertumbuhan yang lebih cepat di kawasan Asia ini (26% berharap pertumbuhan yang moderat, dan 46% berharap pertumbuhan yang pesat).


Pandangan Ekonomi: Seluruh Dunia
Pengusaha UKM di India merupakan kelompok yang paling optimis dalam melihat pertumbuhan perdagangan dunia, diikuti oleh para pengusaha di Korea dan Malaysia (slide 15). Pengusaha UKM di Indonesia pada umumnya bersikap positif terhadap pandangan umum mengenai perdagangan dunia. 20% dari mereka berharap pertumbuhan moderat, sedangkan 41% berharap pertumbuhan yang pesat.


Mengomentari hasil yang positif yang ditunjukan di Indonesia, Khuresh Faizullabhoy mengatakan: “Merupakan hal yang sangat menggembirakan melihat adanya sikap optimis dari para pengusaha UKM di Indonesia dalam memandang kondisi perekonomian. Mereka juga merupakan UKM yang paling optimis mengenai perdagangan antar Asia, dan juga harapan mereka untuk berinvestasi. Ini adalah hal yang sangat baik, mengingat UKM merupakan barometer dari kesehatan ekonomi dimana mereka merupakan penyedia lapangan kerja terbesar yang menjadi bagian sangat penting bagi perekonomian. Sikap optimisme ini sungguh merupakan refleksi nyata dari pertumbuhan ekonomi.”


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-06-08

SURVEI HSBC MENGATAKAN, ARUS INVESTASI BERGERAK MENUJU REKSA DANA GLOBAL

Survei terbaru yang dilakukan oleh HSBC terhadap kesepuluh rekananan manajer investasi menunjukan bahwa pada akhir kuartal pertama 2007, total asset yang dikelola telah mencapai angka 4,3 triliun US Dollar, mewakili 3.07% pertumbuhan (128 milyar US Dollar) dari kuartal sebelumnya. Sejak kuartal ke-4 2006 hingga kuartal pertama di tahun 2007, reksa dana saham mengalami pertumbuhan sebesar 47,3% sementara reksa dana pendapatan tetap bertumbuh sebesar 41,9%


Reksa dana saham memberikan kontribusi terbesar terhadap total asset yang dikelola (40%), menggambarkan ketersinambungan aktivitas dan kuatnya sentimen pasar saham pada kuartal pertama. Kontribusi kedua terbesar datang dari saham pendapatan tetap (25%), diikuti oleh reksa dana pasar uang (17%), reksa dana campuran  (11%) dan  lainnya (7%).


Survei semacam ini diadakan setiap kuartal oleh HSBC terhadap para manajer investasinya untuk lebih memahami perkembangan arus liquiditas global serta pergerakan alokasi aset global. Keunikan survei ini adalah bahwa survei ini tidak hanya merefleksikan pandangan individu para manager investasi, melainkan menggabungkan berbagai pandangan dan perspektif tersebut kedalam sebuah laporan yang terkonsolidasi. HSBC juga menghitung arus investasi bersih dengan cara memisahkan implikasi dari pergerakan pasar untuk mendapatkan gambaran tentang aktivitas para investor di arena investasi global. Melalui informasi ini, HSBC berharap dapat memberikan informasi yang membantu para nasabahnya maupun masyarakat umum untuk mentukan pilihan investasi yang benar.


Sama seperti hasil survei pada kuartal ke-tiga dan ke-empat di tahun 2006, Amerika dan Eropa masih merupakan negara tujuan investasi reksa dana saham dan pendapatan tetap yang dominan, khususnya untuk tiga bulan pertama tahun 2007. Amerika Utara menjadi tujuan utama untuk investasi reksa dana saham regional, yakni sebesar 44%, diikuti oleh Eropa (termasuk Inggris) sebesar 28%. Untuk investasi reksa dana pendatapatan tetap regional, obligasi Amerika Serikat mengambil bagian terbesar, yakni 85% sementara untuk Eropa (termasuk Inggris) hanya sebesar 10%.


Perputaran investasi bersih yang positif di kuartal pertama 2007 menandai besarnya investasi reksa dana saham dunia(8,6%), reksa dana saham di wilayah Amerika Serikat (3,9%) dan reksa dana  saham di Eropa(1%). Di lain pihak, pergerakan reksa dana saham Jepang (-2,2%) dan reksa dana saham dari pasar negara-negara berkembang (-2,8%), menciptakan arus investasi yang negatif.


Untuk obligasi, pergerakan terbesar terlihat pada obligasi dari negara–negara berkembang yang menempatkan pemasukan yang positif sebesar 13,4%. Obligasi Eropa dan obligasi dunia juga mencatat adanya pergerakan positif, sebesar 2,5% dan 1,6%, sementara  Obligasi Amerika menunjukan pergerakan investasi negatif sebesar –0,9%.


Head of Wealth Management HSBC, Bruno Lee, Personal Financial Services Asia-pasifik mengatakan,”Di permulaan tahun ini, pasar saham global mengalami koreksi,  dipicu oleh kegiatan sell-off di pasar Cina. Pasar negara-negara berkembang juga terpengaruh, membawa pergerakan ke arah saham-saham global, bersamaan dengan pergeseran arah investasi kepada pasar yang lebih bervariasi dan mature.”


Survei ini juga menanyakan para manajer manajer investasi mengenai strategi pengalokasian modal yang akan dijalankan di kuartal ke-2 tahun 2007. Para responden menegaskan posisi mereka terhadap saham di kawasan Cina (naik dari 80% pada Q107). 75% memilih bertahan pada saham saham Eropa (vs 63% di Q107) dan 88% pada saham Asia, diluar Jepang (vs 75% in Q107). 43% mengurangi eksposur terhadap obligasi Eropa, sementara mempertahankan posisi netral pada eksposur terhadap obligasi Amerika Serikat (42%). Hal yang serupa juga terjadi pada pasar obligasi neraga-negara berkembang yang mendapatkan penilaian netral dari separuh lebih manajer investasi, dimana mereka menilai kelompok ini telah melampaui  harga normal, terlepas dari fundamental dasar yang kuat.


“Para manajer investasi bertahan pada pandangan yang positif terhadap pasar saham di kawasan Cina. Mengingat adanya keterbatasan akses  dari sebagian besar manajer investasi terhadap Cina,  mereka menjadikan pandangan kolektif mereka sebagai panduan pertimbangan mereka terhadap saham saham di kawasan Cina, termasuk Hong Kong dan saham Cina yang terdaftar di luar negeri. Para Manajer investasi memiliki tendensi untuk bertahan pada pandangan netral mereka akan obligasi Amerika Serikat, mengingat adanya pandangan yang beragam terhadap perkembangan pandangan umum Amerika Serikat, terlepas dari kuatnya pendapatan para perusahaan”, tambah Lee.


Para manajer investasi lebih suka memilih uang tunai dari pada obligasi, dimana mereka akan terus mengurangi eksposur terhadap obligasi (74%) dan meningkatkan alokasi di uang tunai (50%). Hal ini merefleksikan keinginan para manager investas untuk menunggu adanya gambaran yang lebih jelas pada perkembangan tingkat suku bunga dan tetap fleksibel bila adanya alternatif investasi lain yang muncul.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-05-15

HSBC LUNCURKAN eTaxplus

Hari ini, HSBC secara resmi meluncurkan sebuah solusi baru yang disebut eTaxplus untuk nasabah korporasi di Indonesia. Melalui eTaxplus para nasabah kini dapat melengkapi serta melakukan seluruh pembayaran pajak mereka, seperti: pajak pendapatan, pajak pertambahan nilai (Value Added Tax), pajak impor/ekspor, cukai, pajak barang mewah, kepada HSBC secara elektronik. Sistem ini telah sepenuhnya terintegerasi dengan Departemen Perpajakan yang bersangkutan sehingga menjadi sebuah solusi yang effisien tidak hanya bagi para nasabah namun juga bagi Departemen Perpajakan.


Sunil Veetil, Head of Global Payments and Cash Management, HSBC Indonesia menegaskan: “Kami senang dapat menambah satu lagi produk yang efektif ke dalam keseluruhan integrasi solusi pembayaran kami. Kadang kala sebuah produk sederhana dapat memberikan benefit yang berarti bagi para nasabah dan eTaxplus merupakan satu contoh dari produk itu. Menggenapi komitmen kami sebagai “Bank Dunia Bertradisi Anda”, sebelum meluncurkan produk ini, kami mendengarkan dan mengerti kebutuhan nasabah kemudian bekerjasama dengan Departemen Perpajakan”.


Vincent Sugianto, Head of Trade Services, HSBC Indonesia, mengatakan: “eTaxplus akan memperkuat posisi Trade Services HSBC, dimana kami mengerti benar akan kompleksitas kebutuhan pembayaran expor/impor para nasabah korporasi kami. eTaxplus dibuat untuk membantu mempercepat proses bisnis para nasabah dan disaat yang sama membuatnya lebih hemat biaya. Pada akhirnya hal ini akan membantu mereka lebih fokus pada bisnis utama mereka”.


Diakui, untuk membayar pajak secara tepat waktu dan dengan cara yang benar merupakan hal yang kritikal dan sampai saat ini masih merupakan proses yang sangat rumit, dimana kebanyakan nasabah melakukannya secara manual. Selain membutuhkan banyak tenaga, proses manual ini sangat rentan terhadap kesalahan (error), karena nasabah diharuskan mengisi berbagai formulir pajak yang rumit secara manual, pergi ke bank untuk melakukan pembayaran, menyerahkan formulir, kemudian menunggu selama formulir pajak ini diproses. Proses ini dapat menjadi berkepanjangan terutama ketika nasabah menunggu hingga saat-saat terakhir untuk melakukan pembayaran
Dengan eTaxplus, nasabah kini dapat menyerahkan berbagai formulir ini secara elektronik kepada HSBC dan kemudian secara otomatis langsung terintegrasi dengan Departemen Pajak yang terkait, membuat proses pembayaran ini sangat mudah dan terbebas dari kesalahan (eror). Dengan sistem ini kerahasiaan semua informasi pajak para nasabah sangat terjamin.


Dalam peluncuran perdana, eTaxplus HSBC diberikan gelar sebagai salah satu produk paling inovatif di kawasan Asia Tenggara oleh The Asset Magazine’s annual Triple A Transaction Banking Awards 2007



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-05-10

HSBC LUNCURKAN BUKU PANDUAN CASH & TREASURY MANAGEMENT ASIA-PACIFIC EDISI KE 10

Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited meluncurkan buku panduan Cash & Treasury Management di Asia Pacific 2007 dengan temaCash Management Terbaik. Memadukan Produk dan Sumber Daya Manusia”. Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh 300 orang nasabah.


Buku panduan Cash & Treasury Management merupakan satu-satunya yang dipublikasikan di bidangnya, memadukan 70 orang ahli teratas di industri dari 18 negara dan wilayah di bidang pajak, mata uang asing, sekuritas, hukum dan teknologi. Buku ini telah mendokumentasikan evolusi industri cash managament selama satu dekade terakhir.


Richard Jaggard, Regional Head of Sales, HSBC Global Payments and Cash Management berkata: “Kami telah menyaksikan perkembangan di sejumlah perusahaan multinasional Asia yang mengembangkan operasi tresuri korporasi mereka untuk mengikuti pertumbuhan perusahaan di Asia Pasifik  dan di seluruh dunia. Seiring dengan bergesernya pusat perkenomian dunia ke timur, perusahaan-perusahaan besar ini juga melihat vendor mereka yang berbasis UKM, tumbuh bersama mereka. HSBC berada di posisi yang sangat baik untuk menyediakan solusi cash managament yang  inovatif untuk meningkatkan daya saing dari dua belah pihak tersebut. Buku panduan ke-10 ini menampilkan testimonial evolusi cash managament di Asia Pasifik dan  HSBC berada di posisi yang sangat baik untuk menyediakan solusi cash managament guna meningkatkan daya saing bagi perusahaan yang berkembang pesat di Indonesia”.


Buku panduan ini menampilkan bagian baru mengenai supply chain management, juga bagian spesial mengenai India, China, dan untuk pertama kalinya, Korea. Manager HSBC, menunjukkan betapa HSBC memahami kondisi pasar dengan menulis salah satu artikel ‘Cash Management in Indonesia’ pada bagian Country Analysis.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-05-09

HSBC PREMIER - LAYANAN PERBANKAN TANPA BATAS
HSBC meluncurkan, Layanan Wealth Management Global pertama di dunia, bagi nasabah menengah keatas di seluruh dunia melalui HSBC Premier. Dengan HSBC Premier, nasabah dapat bepergian atau pindah  ke seluruh tempat di dunia dan tetap menikmati layanan perbankan yang sama. Layanan HSBC Premier yang baru menyediakan  perbankan internasional tanpa batas bagi nasabah yang bekerja, tinggal di luar negaranya atau mempunyai kebutuhan perbankan internasional, melalui produk- produk dan layanan yang mengandalkan keahlian internasional HSBC.


Layanan baru Premier memudahkan nasabah untuk memindahkan ‘credit history’ pada saat mereka pindah ke luar negeri, untuk mendapatkan fasilitas kredit yang diperlukan di Negara tujuan. Nasabah juga dimungkinkan untuk mendapatkan kartu kredit Premier secara pre-approved, yang menyediakan berbagai penawaran menarik di tempat perbelanjaan, restoran dan hotel-hotel terkemuka.
 

Richard McHowat, mantan CEO HSBC Indonesia, mengatakan, “HSBC Premier adalah contoh pertama dari layanan perbankan Global bagi nasabah menengah ke atas yang memungkinkan nasabah mendapatkan sambutan internasional dan layanan serta produk yang inovatif.  Nasabah menengah ke atas kini semakin bertambah jumlahnya dan kebutuhan mereka juga berubah seiring waktu. Nasabah tersebut kini semakin berorientasi internasional, canggih dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebutuhan finansial mereka HSBC Premier di desain untuk membantu nasabah, memaksimalkan peluang lokal maupun internasional, mengembangkan kekayaan, memperoleh kemantapan finansial dan menikmati penghargaan eksklusif dan istimewa bagi kerja keras dan kesuksesan mereka.


Nasabah dapat menikmati layanan HSBC Premier di bawah ini*:

Pemindahan credit history antar negara, untuk memudahkan nasabah membuka rekening perbankan dan layanan lainnya seperti kartu kredit dan pinjaman lainnya.

Seorang nasabah Premier di satu negara secara otomatis berhak untuk mendapatkan layanan Premier di negara lain tanpa harus memenuhi persyaratan minimum HSBC Premier di negara tersebut

Relationship Manager dapat membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan perbankan nasabah HSBC di manapun di dunia bahkan sebelum nasabah berangkat meninggalkan negara asalnya.

Pemindahan dana bebas biaya ke rekening atas nama nasabah sendiri secara online ke seluruh dunia.

Berbagai penawaran menarik setempat untuk berbelanja, makan di restoran, menginap di hotel, jika nasabah berpergian ke luar negeri, melalui home&away Privilege Programme

Pagu kredit sebesar 60% dari rasio loan to value untuk pembelian property di negara di mana  nasabah memiliki rekening Premier (tergantung peraturan setempat yang berlaku)

Akses ke layanan darurat 24 jam yang meliputi penggantian kartu kredit dan layanan tunai darurat.


Nasabah Premier juga dapat berkunjung ke 250 Premier Centres di 35 negara di seluruh dunia yang telah di desain ulang dengan tampilan kontemporer. Logo baru HSBC Premier berwarna Indigo mewakili layanan perbankan premium yang baru bagi kebutuhan perbankan modern dari nasabah Premier. Melalui kantor Premier yang di desain ulang, nasabah akan mendapatkan layanan perbankan secara personal yang sama yang mereka terima di negara asal mereka, dengan pertolongan 4.000 Relationship Manager yang terlatih dan 2.500 karyawan pendukung. Di Indonesia, nasabah Premier memiliki akses ke 12 Premier centres dan lebih dari 70 relationship manager yang didedikasikan khusus bagi nasabah Premier.


Untuk merayakan layanan HSBC Premier yang baru, serangkaian penawaran menarik di luncurkan bagi nasabah Premier. Dimulai dengan penawaran bunga tambahan deposito rupiah 5 hingga +10% di atas bunga deposito biasa bagi penempatan dana baru di deposito rupiah mulai tanggal 4 Mei hingga 31 Juli 2007.  Nasabah juga di undang menghadiri seminar kesehatan tentang nutrisi di 5 kota besar di Indonesia. Dilanjutkan dengan penawaran fasilitas kenyamanan berpergian melalui kemudahan layanan imigrasi, akses ke aiport lounge eksklusif di seluruh dunia dan layanan VIP di bandara Singapura serta Hongkong. Nikmati pula penawaran menarik lainnya dari kartu kredit Premier MasterCard.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-05-07

Fortis Investments dan HSBC Bank Amanah Syariah Meluncurkan Fortis Pesona Amanah
PT. Fortis Investments bekerja sama dengan HSBC Amanah Syariah hari ini meluncurkan Reksa Dana Syariah Fortis Pesona Amanah (“Fortis Pesona Amanah”). Fortis Pesona Amanah memusatkan investasi dananya pada instrumen saham berbasis syariah, namun produk ini dapat pula menginvestasikan dananya pada instrumen surat berharga dan pasar uang yang berbasis syariah.


“Keunikan dari reksa dana saham ini adalah kemampuannya untuk memberikan kesempatan investasi jangka panjang bagi para investor melalui investasi di surat berharga berbasis syariah dengan menggunakan metodologi investasi yang sama dengan yang digunakan untuk mengelola reksa dana saham kami yang sudah mendapatkan penghargaan,” kata Presiden Direktur PT. Fortis Investments Eko P. Pratomo pada saat peluncuran produk syariah tersebut. Eko menambahkan, ”Melalui produk reksa dana ini, dalam jangka panjang investor dapat pula menikmati manfaat dari pertumbuhan perekonomian Indonesia.”


“Kerja sama HSBC Amanah Syariah dengan Institusi terkemuka seperti Fortis Investments akan meningkatkan inovasi dan perkembangan pasar keuangan syariah di Indonesia” kata Mahmoud Abushamma, Senior Vice President – Head of HSBC Amanah Syariah di Indonesia. “Dengan lebih dari 100 tenaga profesional yang melayani di Timur Tengah, Asia Pasifik, Eropa dan Amerika, HSBC Amanah tampil sebagai tim perbankan Syariah yang terbesar diantara perbankan internasional lainnya.  HSBC Amanah bertujuan untuk berbagi semua pengalamannya tersebut di  Indonesia.  Menjadi anggota termuda dari keluarga Amanah, Indonesia akan  memperoleh keuntungan dari pengetahuan dan pengalaman tersebut”.


Eko mengatakan, “Kami senang dapat bekerja sama dengan Bank HSBC Amanah Syariah, sebagai mitra distribusi kami dalam mengembangkan produk investasi berbasis syariah demi memenuhi kebutuhan dari para investor yang berkembang di pasar. Kerja sama antara Fortis Investments, manajer investasi internasional yang terkemuka, dan HSBC Bank – Amanah, sebuah bank global dengan reputasi baik, ini merupakan tonggak bersejarah bagi perkembangan industri syariah di Indonesia.”


“PT. Fortis Investments akan terus memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan layanan berkualitas terbaik kepada para investor melalui inovasi produk serta pendidikan mengenai investasi di reksa dana” tambah Eko



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-04-21

HSBC DONASIKAN Rp 90 JUTA UNTUK RENOVASI PUSKESMAS DI RAWA BUAYA

HSBC menyerahkan donasi Rp. 90 juta untuk renovasi Puskesmas di Rawa Buaya sebagai bagian dari bantuan pasca banjir yang melanda Jakarta di bulan Februari 2007.


“Kami sangat berharap bantuan ini dapat berarti bagi masyarakat di daerah Rawa Buaya, Bojong. Hal ini merupakan bagian dari program peduli sosial kami, HSBC Kita. Kami berharap dengan hal ini kami dapat berpartisipasi untuk memperbaiki ibu kota Jakarta setelah banjir yang melanda Jakarta,” kata Agung Laksamana, SVP Marketing Communications & Public Affairs HSBC Indonesia.


Pada saat penyerahan bantuan, sekitar 50 staff HSBC secara sukarela membantu mengecat dan membersihkan Puskesmas. Bpk. Agung Laksamana melakukan pengecatan pertama di Puskesmas tersebut, yang disaksikan oleh perwakilan Walikotamadya Jakarta Barat, Kepala Sudin Pelayanan Kesehatan Jakarta Barat dan USAID (United States Agency for International Development).


“Dengan bantuan HSBC, Puskesmas ini akan dapat berfungsi kembali dan melayani lebih dari 70 pasien setiap hari yang antara lain menerima layanan keluarga berencana, bayi baru lahir, kesehatan anak, gizi dan gigi,” kata Dr. Hj. Rr. Ariani Murti, Direktur Pelayanan Kesehatan Jakarta Barat.


Banjir yang melanda Jakarta tanggal 3 Februari mencapai ketinggian 2 meter di daerah Rawa Buaya sehingga puskesmas Rawa Buaya terkena dampak yang sangat parah antara lain rusaknya hampir seluruh peralatan kesehatan klinik dan perabot termasuk kartu berobat pasien.


Program bantuan HSBC ini merupakan hasil kerjasama HSBC dengan USAID, yang telah mendukung dan membantu kantor kesehatan dalam upayanya menyediakan layanan kesehatan, sebagai tambahan dari bantuan teknis yang regular yang berkaitan dengan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak.



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-03-30

HSBC SOSIALISASIKAN INOVASI PEMBIAYAAN PERDAGANGAN WAREHOUSE RECEIPT FINANCING
Islamic Finance News (IFN) menganugrahi 2 penghargaan kepada Pertamina dan HSBC Amanah Syariah yaitu “Indonesia Deal of The Year" and "Trade Finance Deal of The Year" untuk keberhasilan sindikasi murabaha senilai US$ 200 juta bagi Pertamina yang dilaksanakan oleh HSBC. Sindikasi ini merupakan transaksi kedua setelah sindikasi murabaha pertama bagi Pertamina yang dilakukan pada tahun 2004 senilai US$ 322 juta, yang merupakan pendanaan sindikasi syariah internasional yang pertama dan terbesar yang dilakukan di Indonesia.  


Melalui transaksi ini, Pertamina berhasil memperoleh pendanaan dari pasar keuangan syariah maupun konvensional untuk memenuhi kebutuhan pembiayaannya. Transaksi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan Pertamina untuk memasuki pasar keuangan global namun juga membuktikan bahwa produk-produk keuangan Syariah dapat memberikan solusi yang kompetitif untuk kebutuhan sektor korporasi di Indonesia . 


Masuknya investor asing dari Timur Tengah merupakan sebuah batu loncatan bagi Indonesia yang menjanjikan bagi berkembangnya investasi asing dari sumber dana yang baru dan potensial tersebut.


Sebagai Bank asing  pertama yang mendirikan unit Syariah di Indonesia, HSBC bangga telah membawa transaksi ini kepada pasar keuangan. Dengan dukungan jaringan distribusi yang kuat di Timur-Tengah, sindikasi ini diterima secara positif sehingga over subscribed dan merupakan langkah penting dalam perkembangan dunia perbankan Syariah di Indonesia, serta menjadi bukti komitmen kuat HSBC dalam industri keuangan Syariah.  Kesuksesan sindikasi ini telah dipandang sebagai pertanda pulihnya kepercayaan investor terhadap masa depan Indonesia, , dan juga mendorong perkembangan regulasi sektor perbankan syariah di negara ini.
HSBC Amanah Syariah didirikan secara resmi pada bulan Oktober 2003. Salah satu fokus utama dari bisnis HSBC Amanah Syariah adalah untuk melayani sektor korporasi dan institusional, dengan menyediakan layanan di bidang structured finance dan debt capital markets. Untuk memastikan standar tertinggi atas produk-produk yang ditawarkan, 3 orang pakar syariah Indonesia terkemuka duduk dalam Dewan Pengawas Syariah HSBC Amanah Syariah di Indonesia



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-03-26

PINJAMAN HSBC LUNCURKAN PROGRAM PENGEMBANGAN BULU TANGKIS DENGAN RUDY HARTONO
Pinjaman HSBC meluncurkan program pengembangan olah raga bulu tangkis dengan investasi senilai Rp 2 miliar  pada tahun 2007 dan Rp 3 miliar pada tahun 2008.


Program yang melibatkan Rudy Hartono untuk berperan sebagai pembina dan pembimbing ini ditujukan untuk pengembangan kegiatan olah raga bulu tangkis di Indonesia. Acara peluncuran dihadiri oleh Stephen K Green, Group Chairman HSBC Holding Plc; Richard McHowat, mantan CEO HSBC Indonesia; Ravi Sreedharan, Head of Personal Financial Services HSBC Indonesia, dan Rudy Hartono, atlet bulu tangkis legendaris Indonesia.


Richard McHowat, CEO HSBC Indonesia mengatakan, “Pinjaman HSBC mempunyai visi untuk menjadi mitra yang terpercaya bagi masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke bawah dalam meningkatkan mutu kehidupan yang lebih baik. Kami berharap dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk membantu menjaga kesehatannya dengan melaksanakan program pendidikan dan kegiatan olah raga.”


Rudy Hartono, mengatakan: “Saya senang dapat bekerjasama dengan Pinjaman HSBC dalam program pengembangan olah raga bulu tangkis ini. HSBC dan bulu tangkis mempunyai nilai yang sama dengan apa yang saya yakini selama ini,  yaitu kerja keras, disiplin, keadilan, dan integritas. Melalui program ini, kami akan mencari bakat-bakat baru dan membuat pusat pengembangan di setiap kota di Indonesia


Kemudian kami akan memberikan pembinaan secara lebih intensif di Pelatnas, Cilangkap sehingga mereka dapat menjadi pemain bulu tangkis kelas dunia.”


Pinjaman HSBC merupakan produk pinjaman personal, yang ditujukan kepada mereka yang selama ini kurang mendapatkan layanan perbankan. Beberapa keuntungan yang ditawarkan dari produk ini antara lain adalah lokasi yang mudah dijangkau, perhitungan pinjaman yang transparan serta proses aplikasi yang mudah. Selain itu, HSBC juga bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk memudahkan konsumen melakukan kliring pinjaman di seluruh kantor pusat dan cabang PT. Pos Indonesia. 
 



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id


2007-03-1

HSBC AMANAH MEMENANGKAN 5 PENGHARGAAN TERBAIK DARI EUROMONEY



Razi Fakih, Pejabat Sementara Chief Executive Officer (CEO) HSBC Amanah menerima Penghargaan Euromoney Sebagai Bank Syariah Internasional Terbaik.


HSBC Amanah, sebagai Divisi Layanan Keuangan Syariah Global – HSBC Group, telah dinobatkan sebagai Bank Syariah Internasional terbaik (Best International Islamic Bank), arranger Sukuk (Obligasi Syariah) terbaik (the Best Sukuk House), dan arranger Project Finance Syariah terbaik (Best Project Finance House) oleh Majalah Euromoney dalam Penghargaan Keuangan Syariah periode 2007 (2007 Islamic Finance Awards). Disamping itu, dua transaksi yang disusun oleh HSBC Amanah juga mendapatkan penghargaan sebagai transaksi Sukuk terbaik (Best Sukuk Deal) dan transaksi Project Finance terbaik (Best Project Finance Deal). Penghargaan ini diberikan dalam sebuah acara yang berlangsung di Royal Garden Hotel, London, 30 Januari lalu.

HSBC Amanah dinobatkan sebagai Bank Syariah Internasional terbaik untuk peranannya sebagai penyedia produk-produk dan jasa keuangan Syariah yang terlengkap di dunia yang ditandai dengan berbagai inovasi yang telah diciptakan khusus untuk memenuhi kebutuhan para nasabahnya. HSBC Amanah didukung oleh sekitar 150 profesional yang berkedudukan di dari negara-negara berpenduduk Muslim , seperti Brunei, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, wilayah Timur-Tengah, Pakistan, Singapura, dan Turki.


“Penghargaan ini lebih merupakan sebuah penghargaan bagi seluruh karyawan, klien, serta nasabah dari HSBC Amanah di seluruh dunia, atas segenap dukungan serta kontribusi nyata yang telah diberikan selama ini. Dalam tahun 2006, kami mencatat total nilai transaksi HSBC Amanah telah mencapai lebih dari 9 miliar US Dollar. Tahun ini kami tersanjung dapat memenangkan berbagai penghargaan, diantaranya 5 penghargaan dari Euromoney serta 18 penghargaan lainnya dari berbagai media besar,” tegas Razi Fakih, Pejabat Sementara Chief Executive Officer (CEO), HSBC Amanah.


HSBC Amanah juga mendapatkan penghargaan sebagai arranger Sukuk (Obligasi Syariah) Terbaik (Best Sukuk House) dengan prestasinya menyusun transaksi Sukuk paling banyak di tahun 2006, inovasi dalam pengembangan struktur, serta eksekusi yang sukses dalam menjalankan transaksi-transaksi Sukuk tersebut.


Exchangeable Sukuk Khazanah Nasional senilai US$ 750 juta – yaitu transaksi exchangeable bond Syariah pertama dan instrumen equity-linked terbesar dari Malaysia dalam sejarah, memenangkan penghargaan transaksi Sukuk terbaik (Best Sukuk Deal). HSBC Amanah berperan sebagai joint lead manager dan book runner dalam transaksi ini.


Fasilitas pendanaan Syariah senilai US$ 600 juta bagi Rabigh Refinery and Petrochemical Project mendapatkan penghargaan sebagai transaksi Project Finance terbaik (Best Project Finance Deal). Fasilitas ini merupakan transaksi pelopor di Kerajaan Arab Saudi dan digunakan sebagai contoh (template) untuk pembiayaan proyek secara Syariah lainnya. HSBC Amanah berperan sabagai Penasehat Keuangan Syariah (Islamic Financial Adviser) bagi Saudi Aramco dan Sumitomo Chemical dalam transaksi ini.


Razi menambahkan, “Keberhasilan kami sangat ditentukan oleh berbagai penerapan inovatif atas prinsip-prinsip Syariah dalam setiap produk dan layanan yang kami tawarkan. Sejak awal didirikan hingga saat ini, HSBC Amanah telah berperan besar dalam berbagai transaksi pembiayaan proyek, baik dalam segi nilai maupun kualitas, yang mencapai nilai total transaksi sebesar US$ 4,88 miliyar.”


HSBC Amanah Syariah di Indonesia.


Untuk Indonesia, HSBC Amanah Syariah dibentuk pada tahun 2003 dan hadir sebagai bank  asing pertama yang mendirikan Unit Usaha Syariah di Indonesia. Sejak berdirinya, HSBC Amanah Syariah telah melaksanakan dua fasilitas pembiayaan sindikasi murabaha atau structured trade finance untuk PT Pertamina (Persero), senilai US$ 322 juta (2004) dan US$ 200 juta (2006). Kedua fasilitas sindikasi ini adalah pendanaan Syariah terbesar untuk Indonesia sampai dengan saat ini, dan telah berhasil memperkenalkan Indonesia kepada para investor di Timur Tengah, bahkan dalam 2006 Islamic Finance Awards sindikasi murabaha untuk Pertamina sebesar US$ 200 juta ini baru saja dinobatkan sebagai Indonesian Deal of the Year sekaligus Trade Finance Deal of the Year untuk period 2006 oleh Islamic Finance News, salah satu media internasional terkemuka di bidang keuangan Syariah. Pemberian penghargaan akan dilangsungkan di Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 28 Maret 2007 yang lalu.
 



Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Andrew Hallatu : +6221 3040 5382 / 0818 077 18 202; andrewhallatu@hsbc.co.id

 

Langkah selanjutnya

Untuk Nasabah Personal:
Contact Us (+6221) 5291 4722
0804-1-86-4722
64722 (dari telepon selular)
Untuk Nasabah Korporasi:
Contact Us (+6221) 2551 4777
0807-1-86-4722
Location Lokasi Cabang HSBC