Di Semester I 2007, HSBC baru saja menyelesaikan riset untuk bisnis berskala kecil dan menengah bersama dengan 8 negara lainnya di kawasan Asia Pasifik (Hongkong SAR, China, Korea, Taiwan, India, Malaysia, Singapura dan Australia) dengan 1,800 responden. Di Indonesia, survey dilakukan di lebih dari 900 perusahaan beromzet kurang dari USD 10 juta per tahun.
Mengapa Bisnis berskala kecil dan menengah yang dipilih ?
Bisnis berskala kecil dan menengah adalah penyedia dan pencipta lapangan kerja terbesar di suatu negara.
Karena kemampuannya menyerap tenaga kerja, bisnis ini adalah tulang punggung perekonomian dan dijadikan barometer kesehatan makro ekonomi di suatu negara terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Menurut data BPS (Januari 2007) di Indonesia :
Sektor usaha kecil dan mikro menyeral sekitar 50 juta pekerja.
62.86% dari pekerja bekerja di sektor mikro, sementara 21.91% bekerja di sektor usaha kecil.
Dari sensus ekonomi terakhir, 99% dari seluruh usaha adalah usaha dari sektor kecil dan menengah.
Keyakinan bisnis berskala kecil dan menengah terhadap akan memberikan dampak positif bagi perkenomian Indonesia. Semakin yakin bisnis mereka, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan investasi. Dengan investasi yang dilakukan, bisnis ini secara kolektif adalah mesin pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan pasar lapangan kerja.
Berikut ini adalalah hasil survey yang dilakukan di Indonesia dan untuk memberikan gambaran lebih luas bagi Anda,kami tampilkan juga beberapa data untuk membandingkan hasil riset di Indonesia dengan negara lainnya dikawasan Asia Pasifik.
Silakan klik disini untuk melihat hasil survey
Anda membutuhkan Adobe Acrobat Reader untuk membuka aplikasi ini. Anda dapat mendownloadnya secara gratis di www.adobe.com